Hati-hati, Kosmetik Kedaluwarsa Bisa Picu Jerawat dan Infeksi

Posted by on Jan 30, 2013 in Tips Cantik | 0 comments

kosmetik-wanitaKosmetik atau make-up merupakan perangkat yang ‘wajib’ dimiliki sebagian besar perempuan. Namun seringkali para perempuan ini tidak memeriksa tanggal kedaluwarsa peralatan kosmetik yang mereka miliki. Padahal kosmetik yang sudah kedaluwarsa tidak akan mempercantik, tetapi justru membahayakan kesehatan kulit wajah.

Survei yang dilakukan oleh Debenhams menemukan bahwa 57,7 persen tas kosmetik perempuan terdiri dari kosmetik kedaluwarsa. Para perempuan ini juga enggan membuangnya karena merasa peralatan tersebut terlalu ‘sayang’ untuk dibuang begitu saja, seperti dilansir dari Times of India, Rabu (29/5/2013).

Tanpa disadari, kebiasaan ini dapat menyebabkan risiko pada kesehatan kulit wajah seperti jerawat, infeksi mata, dan ruam kulit.

“Sangat mengkhawatirkan saat menemukan bahwa begitu banyak perempuan yang memiliki kebiasaan berbahaya seperti itu,” ungkap Lisa Brett, juru bicara dari Debenhams.

“Sangat penting untuk memeriksa tanggal batas penggunaan suatu produk yang disarankan. Jangan merasa sayang untuk membuangnya. Sebuah produk kedaluwarsa tidak akan memberi hasil yang baik, bahkan mungkin justru akan menyebabkan masalah,” tambah Lisa.

Hasil survei itu juga menunjukkan bahwa 73 persen perempuan bahkan tidak menyadari tanggal kedaluwarsa produk kosmetik mereka.

Bahkan sepertiga dari mereka ditemukan menggunakan eyeliner yang sudah berusia lebih dari 1 tahun. Padahal penggunaan eyeliner yang sudah terlalu lama seperti ini dapat menyebabkan infeksi mata. Sekitar 22 persen perempuan juga ditemukan menyimpan foundation lebih dari 1 tahun, ini mengarah pada perubahan warna kulit dan jerawat.

Kemudian, sekitar 7 persen perempuan mengaku menyimpan eyshadow selama lebih dari 6 tahun. Padahal rekomendasi penyimpanan eyeshadow maksimal 1 tahun.

“Selain jenis kosmetik semakin banyak yang baru, rutin mengganti peralatan kosmetik juga akan memberikan manfaat sehat bagi kesehatan kulit, khususnya perempuan. Kebiasaan ini benar-benar perlu diganti,” imbuh Lisa.[detikhealth]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>